Perkembangan perdagangan luar negeri AS dengan dunia dalam 5 tahun terakhir (2003-2007) menunjukkan peningkatan sebesar 12.06 persen. Dalam 5 tahun tersebut, perdagangan luar negeri AS dengan dunia mencapai puncaknya pada tahun 2007 dengan mencapai sebesar US$ 3,12 trilyun. Perdagangan luar negeri AS dengan dunia tersebut, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya meningkat sebesar 7.81 persen, dimana total perdagangan AS pada tahun 2006 hanya mencapai sebesar US$ 2,89 trilyun.   

Trend impor AS dari dunia menunjukkan peningkatan sebesar 11.78 persen , sedangkan ekspor AS ke dunia meningkat sebesar 12.54 persen. Impor AS dari dunia yang terbesar dalam kurun waktu tersebut adalah pada tahun 2007 dengan mencapai US$ 1.95 trilyun atau meningkat sebesar 5.38 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 1,85 trilyun. Adapun ekspor AS ke dunia dalam periode 5 tahun tersebut juga mencapai titik tertinggi pada tahun 2007 dengan nilai US$ 3,12 trilyun.

Dari total impor AS-dunia dalam periode 5 tahun terakhir tersebut, trend impor produk migas AS meningkat sebesar 24.46 persen, sedangkan non-migas-nya meningkat hanya sebesar 9.63 persen. Impor produk migas AS dari dunia mencapai nilai tertinggi pada tahun 2007 yaitu mencapai sebesar US$ 361 milyar. Untuk impor produk non-migas AS dari dunia mencapai nilai tertinggi juga terjadi pada tahun 2007 dengan nilai US$ 1.59 trilyun atau meningkat 4.69 persen dibandingkan tahun 2006 yang hanya mencapai US$ 1,52 trilyun. 

Sedangkan untuk ekspor AS ke dunia, trend ekspor produk migas meningkat 32.05 persen, dan mencapai nilai tertinggi pada tahun 2007 dengan mencapai nilai sebesar US$ 42 milyar atau meningkat sebesar 20.40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 35 milyar. Adapun ekspor produk non-migasnya dalam periode tersebut meningkat sebesar  12.03 persen dan puncaknya adalah pada tahun 2007 yang mencapai nilai US$ 1,12 trilyun. 

Sementara itu, trend total perdagangan AS-RI dalam rentang tahun 2003- 2007 tersebut adalah sebesar 11.26 persen. Tahun 2007 merupakan nilai tertinggi yang dicapai dari total perdagangan AS-RI selama periode tersebut yang mencapai nilai sebesar US$ 18.54 milyar atau meningkat sebesar 12.33 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 16.5 milyar.

 

Selama tahun 2007 tersebut, total perdagangan AS-RI tertinggi terjadi pada bulan Agustus dengan mencapai US$ 1.78 milyar dan terendah pada bulan Februari dengan nilai US$ 1.24 milyar. Impor AS dari Indonesia sendiri mencapai titik tertinggi pada bulan Agustus dengan nilai US$ 1,36 milyar, sedangkan ekspornya adalah pada bulan Desember dengan nilai US$ 506 juta.

 

Impor AS dari Indonesia pada tahun 2007 mencapai nilai sebesar 14.30 milyar atau meningkat 6.55 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sebesar US$ 13,42 milyar. Nilai impor tahun 2007 tersebut merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu 2003-2007. Trend impor AS dari Indonesia selama 5 tahun tersebut sebesar 10.87 persen. 

 

Sementara itu, ekspor AS ke Indonesia mencapai sebesar US$ 4,23 milyar tahun 2007 atau meningkat 37.55 persen dibandingkan tahun 2006  yang hanya mencapai sebesar US$ 3.08 milyar. Tahun 2007 tersebut, ekspor AS ke Indonesia mencapai titik tertinggi dalam tahun 2003-2007. Trend ekspor AS-Indonesia dalam 5 tahun tersebut mencapai sebesar 12.50 persen.

 

Beberapa kasus dan hambatan impor dari Indonesia di pasar AS pada tahun 2007 yang cukup menjadi perhatian adalah (1) dugaan kasus illegal transshipment untuk produk TPT dari Indonesia, (2) kasus anti dumping dan subsidi  untuk coated free & sheet paper, (3) beberapa kasus terkait dengan food safety (baik untuk produk makanan, minuman maupun seafood products), (4) masalah hak patent atas produk certain nitrile gloves & certain nitrile rubber gloves (kasus IPR), (5) adanya draft Bill Amandement untuk impor produk tobacco; (6) kasus-kasus penipuan perdagangan yang dilakukan melalui internet. Di samping itu, hal lain yang cukup menjadi permasalahan dalam perdagangan dengan AS selama tahun 2007 adalah (7) akan dilakukannya review GSP 2007 atas beberapa produk impor dari Indonesia seperti produk ban, PET Resin, dan carpets (yang dikaitkan dengan child labor), sebagaimana yang diuraikan dalam laporan lengkap.

 

Washington DC., 6 Maret 2008