News Uncategorized

John McCain dan Wamenlu AS Hadiri Resepsi Diplomatik di KBRI Washington

Washington – KBRI Washington DC menggelar resepsi diplomatik dalam rangka memperingati HUT RI ke-69. Sekitar 250 tamu undangan dari kalangan diplomatik dan mitra kerja Indonesia di Washington DC hadir dalam acara tersebut. Mereka memberikan ucapan selamat kepada Indonesia yang baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-69.

Resepsi digelar di kantor KBRI Washington DC, AS, Rabu (11/9/2014). Di antara tamu yang hadir adalah mantan calon presiden AS, Senator John McCain, yang bulan lalu berkunjung ke Indonesia, dan Wakil Menlu AS, William J. Burns. Keduanya didaulat sebagai tamu kehormatan.

Dalam pidatonya, Dubes RI untuk AS Budi Bowoleksono menyampaikan bahwa kehadiran McCain dan Burns menunjukkan kuatnya hubungan bilateral Indonesia-AS.

“Kehadiran dua tokoh penting ini merupakan bukti kuatnya hubungan bilateral Indonesia dan AS. Mereka mewakili dua pilar paling penting dalam hubungan bilateral, yaitu eksekutif dan legislatif,” ujar Dubes yang akrab dipanggil Sonny ini.

Dia menambahkan, sejak disepakatinya Kemitraan Komprehensif Indonesia-AS pada 2010, hubungan bilateral kedua negara semakin solid. Presiden SBY dan Presiden Obama telah meletakkan fondasi yang kuat untuk membawa hubungan negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga di dunia itu ke level yang lebih dalam. Hubungan itu bersifat jangka panjang dan lintas-kepresidenan.

“Hubungan dekat antara Indonesia dan AS tidak semata-mata tergantung pada hubungan personal dan historis antara Presiden Obama dengan Indonesia. Juga tidak tergantung pada pandangan Presiden SBY terhadap dunia dan peran aktifnya dalam kebijakan luar negeri. Hubungan kedua negara melampaui sekat kepresidenan. Hubungan itu bersifat jangka panjang dan berkelanjutan,” ujar Dubes Sonny.

Ucapan itu diamini oleh McCain dan Burns. Dalam sambutannya, McCain menegaskan bahwa Indonesia adalah mitra yang penting bagi AS. Selain menyelamati ulang tahun Indonesia, McCain juga memberikan selamat atas berlangsungnya pemilu secara damai dan terpilihnya Jokowi selaku presiden.

“Kami berharap Jokowi sukses dalam memimpin Indonesia,” ujarnya.

Dengan nada serupa, Burns mengatakan bahwa Indonesia dan AS memiliki banyak kesamaan nilai, seperti penghormatan terhadap pluralisme dan hak asasi manusia. Kerja sama teknis kedua negara juga sudah lama terjalin, seperti pengiriman relawan Peace Corps ke Indonesia dan pemberian beasiswa Fulbright bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di AS.

“Hubungan kedua negara sangat kuat dan kita memiliki banyak kesamaan dalam nilai dan kepentingan,” ujarnya.

Resepsi juga dimeriahkan oleh penampilan pianis muda Indonesia yang namanya mulai dikenal di kalangan musik jazz dunia, Joey Alexander. Jenius musik berumur 11 tahun itu mempertontonkan kepiawaiannya memainkan piano di hadapan para tamu asing. McCain dan Burns adalah orang penting AS berikutnya setelah Bill Clinton yang disuguhi alunan musik jazz dari jemari terampil Joey. Sehari sebelumnya, Joey baru saja tampil di New York dalam sebuah gala yang dipersembahkan untuk menghormati Bill Clinton.

“Saya bangga bisa tampil di depan tokoh-tokoh penting. Ini adalah pemberian Tuhan kepada saya, dan saya sangat bersyukur,” ujar Joey yang mulai mengenal musik sejak umur 6 tahun ini.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan membangun jaringan, resepsi diplomatik semacam itu juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya dan kuliner Indonesia kepada masyarakat luar. Alunan musik tradisional Bali menyambut para undangan yang baru tiba di tempat acara. Setelah itu, sajian masakan khas Indonesia seperti sate dan rendang menemani mereka saling berbincang satu sama lain.

Alexis, salah seorang tamu undangan, mengaku antusias mencicipi masakan khas Indonesia. Setelah menyantap habis makanannya, dia memuji rendang yang baru pertama kali dirasakannya itu.

“Saya baru pertama kali makan rendang, dan ini sangat lezat,” ujarnya dengan mata berbinar.

Source: detikNews (http://news.detik.com/read/2014/09/12/073257/2688253/10/1/john-mccain-dan-wamenlu-as-hadiri-resepsi-diplomatik-di-kbri-washington)