News Uncategorized

Animator Indonesia yang Terlibat di Film Hollywood

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa ada putra-putri Indonesia yang ikut terlibat dalam pembuatan film-film animasi produksi Hollywood yang selama ini kita saksikan di bioskop. Siapa saja mereka? Berikut beberapa di antaranya:

1. Ronny Gani
Siapa penggemar film superhero yang tak tahu ‘The Avengers’ karya Joss Whedon? Ternyata, ada animator Indonesia yang turut menjadi bagian dalam produksi film tersebut. Karier Ronny sebagai animator dimulai lewat perusahaan Infinite Frameworks (IFW) Batam. Di sana, ia banyak mengerjakan proyek layar lebar skala kecil ‘Sing to the Dawn’ yang kemudian di-dub ke dalam Bahasa Indonesia menjadi ‘Meraih Mimpi’, yang kemudian dipasarkan di Indonesia.

Pria kelahiran Jakarta, 16 Maret 1983 itu bekerja di perusahaan tersebut selama satu tahun. Bermodalkan pengalaman di Infinite, Ronny berhasil melompat lebih jauh dan mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan lokal di Singapura untuk mengerjakan proyek-proyek animasi skala kecil untuk serial TV dan DVD.

Sekitar 6 bulan kemudian, akhirnya Ronny mendapatkan kesempatan bergabung dengan perusahaan impiannya. Di sana, ia memulai karier sebagai intern/trainee di Jedi Master Program (JuMP), dan kemudian terlibat dalam pengerjaan proyek departemen televisi mereka, ‘Star Wars: The Clone Wars.’

Saat ini Ronny bekerja sebagai animator di Industrial Light & Magic (ILM) Singapura. Perusahaan itu masih satu grup dengan Lucasfilm, namun hanya beda departemen. Film yang sudah ia kerjakan antara lain ‘Pacific Rim’ dan ‘Transformers 4’.

2. Rini Triyani Sugianto
Sosok perempuan Indonesia ini adalah salah satu character animator level dunia yang pernah ikut serta dalam proses pembuatan visual effect (VFX) untuk film-film seperti ‘The Adventure of Tintin’, ‘Iron Man 3’ sampai ‘The Hunger Games: Catching Fire’.

Animator lulusan S2 dari Academy of Art University, San Fransisco, California itu memulai karier pertamanya di Stormfront Studio, kemudiah berpindah-pindah studio untuk mendapatkan pengalaman dalam industri film animasi.
Rini menekankan bagaimana pentingnya kerjasama tim untuk setiap project film yang memainkan efek visual. Semua peran dalam tim sangat penting demi mencapai sebuah kesempurnaan.

“Benar-benar kerja tim, ibaratnya modeling buat skin-nya, reading buat tulangnya, animator yang menggerakkan,” ungkap animator yang saat ini terlibat dengan projek baru ‘The Avengers: Age of Ultron’ itu.

Rini lalu memperlihatkan beberapa karya real-nya dalam film yang pernah ia kerjakan seperti ‘The Hobbit: An Unexpected Journey’, ‘The Hobbit: The Desolation of Smaug’, ‘The Avengers’, dan ‘The Avengers 2’. Rini juga mendirikan sekolah online yang diberi nama ‘FlashFrame Workshop’ dengan jargon “Location is not a problem anymore’.

3. Christiawan Lie
Pria kelahiran Solo, 5 September 1974 ini telah banyak membuat komik yang dipasarkan di Amerika Serikat. Lie pernah bekerja di Devil’s Due Publishing, Inc, Chicago pada 2004, sambil bekerja lepas sebagai Concept designer, illustrator, dan comic artist.

Karya-karyanya yang terkenal antara lain ‘Transformers Vs GI Joe’ (Hasbro), ‘ GI Joe Sigma 6’, ‘Voltron Covers’ (Hasbro), ‘Dungeons and Dragon Eberron’ dan masih banyak lagi. Film ‘Transformers’ diangkat dari komik yang salah satu ilustratornya adalah Christiawan Lie. Sejak 2008 Lie membuka perusahaan sendiri bernama Caravan Studio.

4. Andre Surya
Pria kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1984 ini ikut terlibat dalam pembuatan film ‘Iron Man’, ‘Star Trek’, ‘Terminator Salvation’, ‘Transformers: Revenge of the Fallen’, dan ‘Iron Man 2’, sebagai Digital Artist. Dia juga terlibat dalam pengerjaan film ‘Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull’, dan ‘Surrogates’.

Andre Surya bekerja di Industrial Light and Magic (ILM) Lucasfilm Singapore, anak cabang salah satu production company tersukses di dunia, yang didirikan tahun 1971 oleh George Lucas. (ich/dth)

sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/11/29/132458/animator-indonesia-yang-terlibat-di-film-hollywood/#.VIRd5bstBdg