Uncategorized

WAKIL PRESIDEN BERTEMU DENGAN KOMUNITAS BISNIS AMERIKA SERIKAT

 WAKIL PRESIDEN BERTEMU DENGAN KOMUNITAS BISNIS AMERIKA SERIKAT

Pada hari Senin (28/9/2015), di sela-sela mengikuti  Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-70 di New York, Amerika Serikat, Wakil Presiden RI – didampingi oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Wakil Tetap RI untuk PBB dan Konsul Jenderal RI di New York — telah bertemu dengan komunitas bisnis Amerika Serikat di New York.

Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh American-Indonesian Chamber of Commerce (AICC) dan US-ASEAN Business Council (USABC) memiliki arti penting dimana berbagai kelompok bisnis di AS secara langsung dapat melakukan dialog dengan Wakil Presiden dan menyampaikan masukan-masukannya yang dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Dalam pertemuan, Wakil Presiden juga menyampaikan pokok-pokok prioritas kebijakan ekonomi Pemerintahan Presiden Joko Widodo, menyampaikan berbagai perkembangan dan gebrakan terbaru Pemerintah dalam rangka mengurangi hambatan berinvestasi di Indonesia, deregulasi, dan menyampaikan pentingnya kontribusi investasi dan kehadiran berbagai perusahaan Amerika Serikat untuk membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.

Hadir dalam pertemuan berbagai perusahaan berbadan hukum Amerika Serikat dan organisasi yang memberikan kontribusi langsung kepada peningkatan hubungan ekonomi Indonesia-AS, diantaranya: AIG, Rio Tinto, Chevron, BP, A3E Technologies, Sikorsky Aircraft, Newmont Mining Corp, Change Wind Corp, Metlife, Mead Johnson Nutrition, Master Card, The Halal Guys, Freeport-McMoran Inc, ATSGlobal Group, Indotuna Purefoods Inc, Sidley & Austin, KBS Kit Bond Strategies, World Fuel Services, International Merchant LLC, Vale Canada Ltd, Henry P. Thomson Inc, International Financial Services, Murray Hill Properties LLC, Eberhart Capital LLC, Medtronic Philanthropy, Strategy XXI, Seton Hall University, Anchor Finance Group LLC, Kilohana Capital, Stevens Translations, Cathay Securities, dan Alpha Century. Dalam pertemuan tersebut juga hadir wakil dari Kementerian Luar Negeri AS.

Wakil-wakil dari komunitas bisnis AS menyampaikan kesiapannya untuk terus memberikan kontribusi dalam pengembangan ekonomi kedua negara khususnya ikut memberikan kontribusi positif kepada berbagai program ekonomi Pemerintah Indonesia. Disampaikan bahwa kunjungan Wakil Presiden RI ini memiliki makna strategis dan menjadi bagian integral dalam rangka memperkuat momentum peningkatan kerjasama ekonomi kedua negara hingga pada puncaknya nanti ditandai dengan kunjungan Presiden RI ke Washington D.C., pada akhir Oktober 2015. Pihak AS memuji peran Wapres Jusuf Kalla dalam membantu Presiden Joko Widodo sehingga terlihat terdapat upaya yang sangat serius dari Pemerintah untuk melakukan deregulasi atas berbagai kebijakan yang mempersulit masuknya investasi ke Indonesia, fokus yang sangat tinggi dari Pemerintah dalam hal memperkuat infrastruktur dan penguatan pengadaan listrik dalam 5 tahun ke depan.

“Kerjasama ekonomi antara kedua negara sangat penting dan saya menyampaikan penghargaan atas investasi dan partisipasi yang telah dilakukan oleh komunitas bisnis Amerika Serikat di Indonesia” demikian disampaikan oleh Wakil Presiden dalam dialog dengan para pelaku bisnis.

Beberapa hal penting yang mengemuka di dalam pertemuan yang dilakukan dalam format makan malam ini, diantaranya: terdapat keinginan Pemerintah Indonesia agar semakin banyak produk yang dihasilkan di Indonesia sehingga dapat diciptakan lapangan pekerjaan yang lebih besar. Selain itu disampaikan upaya Pemerintah yang ingin membatasi ekspor bahan mentah dan ingin meningkatkan nilai tambah barang yang akan diekspor.  Komitmen Pemerintah juga disampaikan dalam upaya mendorong berbagai paket deregulasi, meningkatkan ekonomi kreatif, mendorong agar makin banyaknya turis yang menghabiskan waktu di Indonesia, menegaskan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan kepastian (assurances) agar pelaku bisnis dapat lebih nyaman melakukan kegiatan ekonominya di Indonesia.  Berbagai kendala yang mungkin muncul dalam hubungan ekonomi dan investasi kedua negara diyakini akan dapat diatasi karena pelaku bisnis AS mengakui komitmen dan kredibilitas Presiden dan Wakil Presiden RI yang telah memiliki pemahaman dan sangat mengetahui kebutuhan para pelaku bisnis sehingga investasi dan hubungan ekonomi Indonesia dan AS dapat terus ditingkatkan.

###