News Uncategorized

Berdayakan Masyarakat, UGM Juara Kompetisi Bisnis

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Kali ini tim mahasiswa UGM yaitu Yogyakarta Dewandaru Project berhasil menjadi juara dalam National Business Case Competition -IDEAS: Indonesia Studentpreneur Summit 2016.

Mereka adalah Liana Dewi dan Jagad Hidayat Jati dari Departemen Sosiologi serta Dion Ferdian Rizaldi dari Teknik Industri. Kompetisi bisnis nasional yang diadakan di UGM ini telah digelar pada 8-10 Maret 2016 lalu. Pesertanya berjumlah 150 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. ”Kami tentu senang dan bangga. Sebagai tuan rumah, tim kami berhasil mendapat penghargaan sebagai The Best Project .

Untuk ide bisnis yang kami tawarkan sendiri, kami mengusung metode pemberdayaan masyarakat dengan ide proyek Kasongan Dewandaru Foundation (KAWAN Foundation),” kata Dion. Dion menjelaskan, dalam kompetisi itu timnya mengajukan ide pengembangan usaha di wilayah industri gerabah Kasongan, Bantul.

Dengan membentuk KAWAN Foundation, mereka melibatkan warga masyarakat setempat untuk secara aktif ikut mengembangkan bisnis di wilayah tersebut. ”Di sini kami memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pengembangan potensi pariwisata dan usaha kreatif di Kasongan.

Kami menyusun konsep untuk membangun sebuah lembaga, dalam hal ini KAWAN Foundation yang bertindak sebagai sistem pendukung dari UPTD Desa Kasongan,” kata Dion. Liana mengatakan, guna mendukung upaya pengembangan bisnis di Kasongan, mereka pun membuat lima program kerja yang menjadi unggulan pada KAWAN Foundation.

Kelimanya ialah pengembangan software Masterpiece of Kasongan , Duta Kampus untuk Kasongan, Forum Pengrajin dan Akademisi (FORPAKDE), Swarung Omah dan Sekolah Bisnis dan Seni (KOBIS). ”Kelima program ini dibuat untuk meningkatkan kemampuan pemasaran, kualitas sumber daya manusia, dan kekuatan keuangan para pegiat gerabah serta pegiat wisata setempat.

Untuk menjalankannya, kami melibatkan semua lapisan masyarakat setepat, mulai dari pemuda sampai golongan tua,” kata Liana. Terkait pengembangan potensi pariwisata di Kasongan, kata Liana, mereka menginginkan agar wisata desa Kasongan bisa semakin banyak dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Source: http://koran-sindo.com/news.php?r=0&n=6&date=2016-04-05