News Uncategorized

Rizal Ramli: Pendidikan Kejuruan Lahirkan Tenaga Kerja yang Berkualitas

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengatakan, pemerintah akan meningkatkan sistem pendidikan berbasis kejuruan di Indonesia.

Rencana tersebut merupakan hasil kesimpulan dari rapat tertutup yang digelarnya bersama Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di kantornya, Selasa (19/4).

“Kita ingin supaya ada transformasi tenaga kerja Indonesia dari yang sifatnya umum, dari yang sifatnya unskilled menjadi tenaga profesional indonesia,” kata Rizal.

Rizal mengakui, mengubah sistem pendidikan tidak bisa dilakukan secara serta merta sekaligus. Perlu perubahan bertahap dan teratata.

Sebagai langkah awalnya, kata dia, pihaknya bersama Kementerian Ketenagakerjaan akan meningkatkan kapasitas Balai-Balai Latihan Kerja (BLK) baik yang saat ini dimiliki Pemerintah atau pun yang bekerjasama dengan pihak swasta.

BLK ini akan membekali para tenaga kerja di satu daerah dengan keterampilan yang disesuaikan deng kebutuhan industri yang tengah dikembangkan di sekitar tempat tinggalnya.

“Misalnya ada kebutuhan tenaga pariwisata di sana. Nanti akan difokuskan BLK yang memberikan pendidikan pariwisata dan seterusnya,” kata Rizal.

Rizal berpendapat, sistem pendidikan yang fokus ke pendidikan umum itu berkiblat pada negara Amerika Serikat dan Inggris. Padahal, menurut dia, sistem pendidikan Jerman, Australia dan Swiss yang lebih mengutamakan sistem kejuruan melalui politeknik dan pelatihan vokasional juga bisa dijadikan panutan yang baik.

“Sistem pendidikan vokasional lebih fokus, lebih mementingkan pendidikan kejuruan sehingga alumninya bisa masuk cepat ke industri. Sementara kita terlalu jor-joran menyediakan pendidikan umum. Kebanyakan lulusannya memang berpengetahuan luas, tapi tidak memiliki skill yang memadai,” kata dia.

Sementara Hanif Dhakiri mengatakan, peningkatan kompetensi, kualitas SDM sudah pasti harus dilakukan dengan cepat dan melibatakan semua pihak terkait (stake holder), tidak semata menjadi domain Kemnaker.

“Isu mengenai peningkatan kompetensi itu bukan saja sangat penting, tetapi ada satu kata kunci yang harus kita garisbawahi bersama, yaitu percepatan,” katanya.

Source: Suara Pembaruan