Uncategorized

Minister of Energy and Mineral Resources: transformation rests on three pillars

Menteri ESDM yang baru, Arcandra Tahar mengatakan, dirinya akan melanjutkan transformasi sektor ESDM dengan bertumpu pada tiga pilar utama.

“Transformasi sektor ESDM akan kami mulai dengan bertumpu pada tiga pilar utama,” katanya saat serah terima jabatan Menteri ESDM dari pejabat lama, Sudirman Said di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, ketiga pilar utama tersebut adalah membuat proses bisnis yang efisien, transparan dan terukur.

Kedua, sumber daya manusia yang kompeten yang ditunjang dengan pengetahuan, kemampuan dan pengalaman (knowledge, skill dan experience).

“Serta, pilar ketiga adalah memanfaatkan teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran, sehingga sumber daya manusia dan bussines process yang dibangun bisa lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Arcandra menyampaikan apresiasinya atas kinerja Sudirman Said dalam membangun dan memajukan sektor ESDM sesuai dengan program Nawacita.

“Beberapa lorong yang dulu gelap, sekarang bisa transparan berkat kerja keras Bapak Sudirman Said dan jajarannya,” katanya.

Ia meminta dukungan seluruh jajaran Kementerian ESDM untuk melanjutkan keberhasilan Sudirman tersebut.

“Saya tahu ini berat, tapi saya yakin dengan bantuan seluruh jajaran di kementerian, maka akan dapat saya selesaikan,” katanya.

Sementara itu, Sudirman mengatakan, ketika dirinya mulai bekerja di ESDM dua tahun lalu, suasananya memang kurang baik.

“Namun, berkat kerja keras bersama, secara kolektif, kami bisa bersama-sama perbaiki kinerja dan selesaikan hambatan yang ada,” katanya.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mempertimbangkan pergantian posisi Menteri ESDM secara matang dan memilih yang terbaik.

“Dengan background yang kuat dan mumpuni, maka Bapak Arcandra dapat membenahi sektor ESDM. Saya sebagai pejabat lama, juga siap diundang untuk share apa saja yang telah menjadi perjalanan selama dua tahun ini,” ujarnya.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Sujatmiko menambahkan, sepanjang kepemimpinan Sudirman dalam kurun waktu hampir dua tahun, terdapat hasil positif yang cukup siginikan.

Antara lain, lebih dari 1.000 promosi, rotasi dan demosi untuk menyegarkan 800 jabatan, pengalihan subsidi ke sektor produktif dan pemangkasan 60 persen perizinan.

Pencapaian lain adalah realisasi anggaran semester I 2016 yang nilainya dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dan kepatuhan untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga 100 persen.

“Serta, apresiasi International Energy Agency (IEA), Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan International Energy Forum (IEF) berupa kemudahan akses energi global langsung dengan produsen. Sebagai contoh direct deal dengan negara produsen migas di kawasan Timur Tengah,” katanya.

Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu, melantik 13 menteri baru dalam perombakan kedua Kabinet Kerja.

Salah satunya adalah Arcandra yang ditunjuk sebagai Menteri ESDM menggantikan Sudirman.

Hadir dalam acara sertijab antara lain pejabat eselon I dan II Kementerian ESDM, pimpinan Komisi VII DPR dan direksi BUMN sektor ESDM.

Source: ANTARA News