Featured News

Ekspansi Produk Seafood Indonesia yang Aman dan Berkelanjutan di Negeri Paman Sam

 

Boston, 19 Maret 2017. Indonesia kembali berpartisipasi pada pameran Seafood Expo North America (SENA) yang digelar tanggal 19-21 Maret 2017 di Boston Convention Center, kota Boston, Massachusetts. Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama dengan KBRI Washington DC mengorganisir pavilion Indonesia dengan luas 3000 square feet (booth #3133) yang diisi oleh 18 perusahaan eksportir produk ikan dan seafood dengan mengusung tema Indonesia Seafood “Naturally Diverse” dan tagline Safe and Sustainable”.

Partisipasi Indonesia dalam pameran seafood terbesar di Amerika Utata ini adalah untuk terus mendorong konsep produksi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab yang ternyata tidak lagi sekedar menjadi perhatian di AS, namun sudah menjadi keharusan yang menjadi salah satu faktor penentu bagi buyers dalam mengambil keputusan.  Indonesia juga akan terus mendorong peningkatan ekspor produk maritime, terutama ikan dan seafood ke pasar AS.

Selama beberapa tahun terakhir Industri perikanan Indonesia terus meningkatkan profil produk perikanan yang mana tidak hanya dalam konteks peningkatan kapasitas dan kualitas produk, tetapi juga dalam hal keberlanjutan (sustainability) dan ketertelusuran (traceability) produk karena aspek-aspek tersebut semakin menjadi faktor penting bisnis seafood di AS.

AS merupakan salah satu pengimpor produk ikan dan seafood terbesar di dunia dengan perkiraan sekitar 90% konsumsi ikan dan seafood di AS adalah merupakan produk impor.  Pada tahun 2016, total nilai impor produk perikanan AS dari dunia adalah sebesar US$ 14,6 milyar.  Total nilai impor ikan dan seafood AS dari Indonesia saja tercatat sebesar US$ 1,17 milyar, naik sekitar 1,41% dari tahun 2015. Khusus untuk impor produk olahan seafood dari Indonesia, tercatat sekitar US$ 476 juta, menurun sekitar -9% dari tahun sebelumnya. Seafood terutama udang adalah merupakan salah satu produk ekspor andalan Indonesia ke AS.

Atase Perdagangan untuk AS, Reza Pahlevi, menyampaikan bahwa “pertumbuhan positif impor produk perikanan Indonesia tersebut menunjukkan sinyal yang positif dari pasar AS untuk kita. Hal ini harus ditingkatkan lagi dengan peningkatan ekspor produk bernilai tambah seperti olahan ikan dan seafood“.  Reza menambahkan bahwa “pangsa pasar produk ikan dan seafood Indonesia tahun 2016 berkisar 6%, yang mana lebih tinggi dari tahun 2015. Diharapkan berbagai langkah yang sedang ditempuh untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas industri terkait di dalam negeri akan semakin mendorong perluasan pangsa kita di AS”.

Selain menghadiri pameran SENA, Delegasi Indonesia juga melakukan rangkaian pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di AS maupun melakukan serangkaian kegiatan berupa business matching dan pertemuan dengan asosiasi importir ikan dan seafood AS.

KBRI Washington, D.C.