Uncategorized

Pagelaran Gamelan Indonesia Pukau Publik Amerika Serikat di Washington, D.C.

 

SIARAN PERS

KBRI WASHINGTON DC

  

Washington, D.C., 23 Januari 2019: Penampilan unik dan baru Gamelan Jawa, Gamelan Bali, dan orkestra lengkap, hasil kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington, D.C., dengan PostClassical Ensemble dan Washington National Cathedral, berhasil memukau lebih dari 500 penonton yang hadir dalam pertunjukan ini.

Hawa dingin di Ibu Kota Amerika Serikat yang menyentuh 3 derajat Celcius tak mengurangi antusiasme mereka untuk memadati Katedral Nasional Washington, D.C., salah satu ikon terkenal kota Washington, D.C. sekaligus salah satu simbol harmoni dan persatuan bangsa Amerika, yang menjadi tempat pagelaran yang bertajuk “Cultural Fusion: the Gamelan Experience Mega Concert”.

Pagelaran yang berlangsung selama 3 jam tersebut juga dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan perayaan ulang tahun ke-70 hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat yang jatuh pada tahun 2019.

Mega konser tersebut dibuka dengan langgam Lir-ilir dan Sesonderan yang diiringi Gamelan Jawa sekaligus untuk menyambut para penonton memasuki gedung katedral. Setelah itu, rangkaian atraksi tarian tradisional Indonesia, yakni Tari Merak yang diiringi Gamelan Jawa, Tari Margapati dan Tari Topeng Tua dari Bali dipertunjukkan secara apik dan memesona hadirin.

Yang menarik, sebagian para pemain Gamelan Jawa dan Bali adalah warga negara Amerika Serikat yang memang sangat mengagumi budaya Indonesia. Mereka secara rutin berlatih setiap minggu di KBRI Washington DC yang dipimpin oleh Muryanto (pelatih Gamelan Jawa) dan I Nyoman Suadin (Gamelan Bali).    

Penampilan piano dan orkestra karya Lou Harrison serta rangkaian konser piano masuk dalam rangkaian acara selanjutnya.

Mega konser tersebut bertujuan untuk menunjukkan besarnya pengaruh Gamelan terhadap musik klasik Barat. “Kita semua hadir di sini untuk menyaksikan keterikatan yang unik dan erat antara Gamelan dan musik klasik Barat,” ucap Wakil Duta Besar RI, Iwan Freddy Hari Susanto dalam sambutannya mewakili Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Budi Bowoleksono.

Wakil Duta Besar RI menambahkan bahwa pagelaran kolaborasi ini menjadi satu bukti pengaruh Gamelan Indonesia yang sudah sangat lama menjadi inspirasi bagi para komposer ternama Eropa dan Amerika. Hal ini juga ditegaskan oleh Joseph Horrowitz, Direktur Eksekutif PostClassical Ensemble, yang menyatakan bahwa tidak ada jenis musik non-Barat lain yang pengaruhnya begitu luar biasa terhadap tradisi Barat selain Gamelan.

Nama-nama besar seperti Claude Debussy, Lou Harrison, dan Colin McPhee merupakan contoh komposer dari negara Barat yang maha karya mereka sangat terinspirasi oleh karakter Gamelan yang indah dan karakter suaranya yang sangat berbeda dari aliran musik Barat. Dalam konteks tersebut, mega konser ini sekaligus memberi pengakuan terhadap kontribusi Gamelan sebagai elemen pemersatu yang dapat menjembatani saling pengertian antarbangsa.

Pagelaran kolaborasi musik tersebut juga bertujuan untuk menunjukkan kedekatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat selama ini.

Pagelaran ini mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari penonton yang hadir. Selain memberikan banyak tambahan informasi mengenai Gamelan, acara unik tersebut mengundang rasa ingin tahu dan kekaguman hadirin tidak hanya terhadap Gamelan, namun juga budaya Indonesia. Beberapa diantaranya tertarik untuk menyaksikan pertunjukan Gamelan selanjutnya.

Nicole, salah satu penonton yang hadir menyatakan bahwa Gamelan Jawa dan Bali sangat luar biasa. “Saya baru pertama kali menyaksikan pertunjukan gamelan Indonesia. Saya akan datang jika ada pagelaran serupa kelak”, ujarnya.

Penonton lain, yakni George, memberikan tanggapan yang sama. “Pertunjukan Gamelan yang dikolaborasikan konser musik klasik sangat mengesankan. Gamelan memang sangat kaya nadanya”, tambah pria yang hadir bersama istrinya.

Selain publik yang terdiri bukan hanya para penikmat musik dan pemerhati budaya di AS, pementasan Gamelan ini juga dihadiri oleh para duta besar dan diplomat senior negara-negara anggota ASEAN dan negara-negara lainnya, para pimpinan perusahaan, dan mitra-mitra kerja Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, D.C..

Di akhir acara, kopi dan teh spesial Indonesia bersama keripik Indonesia turut menghangatkan pagelaran ini.

—000—