Sekjen KPU Lantik Sekretaris KPU Provinsi Sulbar dan Kepri
Rabu, 10 September 2008
Jakarta, kpu.go.id Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Suripto Bambang Setyadi melantik Sekretaris KPU Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan KPU Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hari ini. Selain itu juga dilantik pejabat eselon III dan eselon IV dilingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU , Rabu 10 September 2008 di Gedung KPU Lantai I, Jl. Imam Bonjol No. 29, Jakarta Pusat.
Pejabat yang dilantik antara lain Drs. M. Naim Tuwo sebagai Sekretaris KPU Sulbar, dan Drs.Said Agil sebagai Sekretaris KPU Kepri, Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, tiga anggota KPU yaitu Endang Sulastri, Andi Nurpati, Sri Nuryanti, Wakil Sekjen KPU Asrudi Trijono dan pejabat di lingkungan Setjen KPU serta para undangan .
Ketua KPU dalam sambutannya sesaat setelah pelantikan mengingatkan kembali pemahaman mengenai 3 hal, yaitu antisipasi birokrasi dalam masa transisi, membangun budaya unggul (culture of excellence) dan konsepsi kepemimpinan yang efektif dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2009.
Menurut Ketua KPU, sekarang ini hidup di masa transisi, eranya sudah berbeda sama sekali, namun sebagian besar dari kita masih terperangkap dalam cara berpikir masa lalu. Suatu cara berpikir yang berangkat dari lingkungan yang stabil, tidak ada gejolak dan semua lebih bisa diprediksi.
Dalam lingkungan yang stabil itu, pejabat yang dilantik hampir selalu mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan ia akan meneruskan apa yang sudah dirintis oleh pendahulunya. Jadi mereka tidak menciptakan perubahan, hanya meneruskan.
Dalam lingkungan yang stabil, disain organisasi bersifat hirarkis dan rules-nya birokratik. Kondisi seperti itu, tidak tepat lagi digunakan dalam masa transisi sekarang ini. Di dalam lingkungan yang tidak stabil, tidak bisa lagi pakai hierarki, harus team work, harus ke samping.
Mengenai, budaya unggul, kata kunci yang harus dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia ke depan ini, adalah persaingan. Globalisasi yang kita hadapi membuat persaingan itu bahkan akan semakin ketat. Untuk bisa memenangi persaingan, tidak ada pilihan lain kecuali setiap organisasi memiliki SDM yang berkualitas. SDM yang berkualitas atau unggul disini bukan hanya pintar, tetapi juga bijak dan mampu berkomunikasi dengan baik.
Lanjut Ketua KPU, Hal ketiga, mengenai konsepsi kepemimpinan efektif, untuk dapat dikatakan bahwa seseorang telah menerapkan pola kepemimpinan yang efektif, terdapat 6 nilai penting yang harus diberi perhatian besar yaitu, rasionalitas, pengakuan dialog, memberi ruang gerak bagi skala prioritas dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan, tidak menafikan hukum melainkan menjadikannya sebagai landasan pemecahan persoalan, tidak menyia-nyiakan waktu melainkan bertindak cepat dan cekatan, dan selalu mengupayakan terobosan-terobosan baru untuk kemajuan bersama. (Mantri/Redaktur)
|
| index berita... |
|
-
Rabu, 24 September 2008
Pelantikan Anggota PPLN 2009 - Washington, DC
|