Category Archives: Press Release

THE EXPERIENCE OF TASTE REMARKABLE INDONESIA IN NEW YORK!

Indonesia will join the upcoming 62nd Summer Fancy Food Show, which will be held on 26 -28 June 2016 at Javits Center in New York. The Embassy of Republic of Indonesia is organizing nine companies, which will bring great variation of Indonesian food and beverages products.

Indonesia is a culinary heaven, strategically lies on the equator for 3,200 miles, roughly the distance between Los Angeles and New York. It is located between the Australian and Southeast Asian continents, surrounded with the Pacific and Indian oceans. It is a multi-cultural nation, from east to west, with around 360 ethnic groups and more than 17,000 beautiful islands with five main islands: Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Java and Papua.

The Ambassador of Indonesia, H.E Budi Bowoleksono explains that with such diversity, Indonesia has a unique and distinctive profile of culinary legacy with wide spectrum of ingredients, which unite into the harmony of remarkable taste of Indonesian food. Therefore, Indonesia Pavilion at Summer Fancy Food Show 2016 will showcase the unique profiles of Indonesian culinary and will feature some of the best Indonesian food and beverages products.

Reza Pahlevi, Indonesia Trade Attaché, said that “We bring selected Indonesian producers, companies and brands, who are committed to produce natural and organic products without forgetting Indonesia’s rich tradition to be included in the process or end products”. Some of the products that will be featured at the Pavilion are premium and organic Indonesian tea, distinguished cold brew coffee made of selected coffee from Sumatra and Sulawesi, diverse organic coconut products, ginger candies and other ginger products, savory organic arenga palm sugar that will make your food and drinks taste heavenly, as well as variation of snacks made of anchovy crackers, sweet potato, natural fruit chips, flavoured peanuts, and many more.

If you are visiting the 62nd Summer Fancy Food Show, you sure don’t want to miss the opportunity to let your taste bud explore the surprising, pleasant, yet savory experience with Indonesian food. The Pavilion is located at booth #3200 with “Natural and Organic Tradition” as its theme of the year. For upcoming news and more information stay tuned to our website http://www.tasteremarkableindonesia.org/

Don’t miss out and we will see you there!

For more information please contact:

Reza Pahlevi, Trade Attaché Indonesia

E: commercial-attache@embassyofindonesia.org

Download PDF

Indonesia Berpartisipasi pada Pacific Land Forces Symposium di Hawaii, AS

Pada tanggal 24-26 Mei 2016, Atase Pertahanan KBRI Washington D.C. telah mengikuti kegiatan Pacific Land Forces Symposium di Hawaii, AS. Kegiatan tahun ini mengambil tema Assuring Stability and Security-Strengthening Land Forces Team, dengan pelaksanaan beberapa panel diskusi yang terkait satu sama lainnya.

Diskusi panel pertama berupa diskusi untuk memahami perkembangan lingkungan strategis yang sangat dinamis untuk menentukan ancaman dan tantangan yang akan dihadapi, dilanjutkan dengan tingkat kesiapan yang harus dicapai.

Peserta simposium berasal dari kalangan militer Amerika Serikat, perwakilan dari 26 negara regional Asia Pasifik dan pihak industri militer Amerika Serikat. Kegiatan ini dilaksanakan secara tahunan oleh Asosiasi Persatuan Angkatan Darat Amerika Serikat.

Kegiatan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat kalinya sejak pertama diadakan pada tahun 2013. Materi yang diberikan sangat menarik karena narasumber dan panelis merupakan para pejabat kunci sesuai bidangnya di Pacific Command maupun bidang khusus lainnya.

PR Athan

Pada hari pertama dibahas situasi Kawasan Asia Pasifik yang saat ini sedang menjadi point of interest beberapa negara dan yang telah menjadi perhatian dunia. Kawasan ini membentang sepanjang 9000 mil dari Maldives hingga California. Asia Pasifik saat ini menjadi tempat tiga negara terbesar ekonomi dunia, empat negara terbesar penduduk terbanyak dunia, enam negara yang masuk dalam sepuluh besar militer terbanyak dunia.    Hal lain yang menarik, sejumlah 22 dari 27 Panglima Angkatan bersenjata di kawasan berasal dari Angkatan Darat.

Kawasan Asia Pasifik menjadi perhatian dunia karena memiliki beberapa flash point yang bisa mengarah ke konflik seperti masalah Tiongkok-Taiwan, Korea Utara, Filipina Selatan dan India-Pakistan.  Hal lain yang menyebabkan wilayah ini menjadi perhatian adalah karena adanya perselisihan teritorial di beberapa tempat, seperti Laut Tiongkok Timur, India-Tiongkok, wilayah Kashmir, Kepulauan Kurile, Karang Liancourt, Laut Tiongkok Selatan dan perbatasan Thailand-Kamboja.

Hari kedua simpoisum membahas cara menghindari konflik dan cara mengatasi konflik melalui peningkatan hubungan guna memahami kepentingan negara kawasan yang dihadapkan pada kepentingan masing-masing negara. Sasaran dari upaya ini adalah terciptanya suatu sistem untuk meningkatkan kapasitas negara dalam menyikapi dan menyiapkan militer guna melakukan kerjasama mengatasi tantangan dan ancaman kawasan secara bersama ataupun mandiri. Prinsip yang digunakan adalah membangun hubungan, tetapi apabila dilakukan pada saat pasca krisis maka hal tersebut sudah sangat terlambat. Kini di kawasan ini telah terjalin hubungan kerjasama 20 negara yang mencakup 70 Subject Matter of Expert Exchanges.

Sebanyak 1423 siswa dari negara-negara Kawasan Asia Pasifik mengikuti pendidikan di Amerika Serikat setiap tahunnya, termasuk sekitar 150 siswa militer Indonesia.

Kemampuan melaksanakan penanggulangan keadaan darurat di tengah ancaman yang sangat kompleks secara cepat dan akurat menjadi tujuan dari operasionalisasi kerjasama kekuatan darat di kawasan. Berbagi kepentingan, tantangan dan kemampuan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kerjasama di Kawasan Asia Pasifik.   Latihan untuk meningkatkan kerja sama terus dilakukan.  Setiap tahun dilaksanakan tiga kali latihan yang dinamakan Pacific Pathway. Indonesia berperan aktif pada Pacific Pathway 16-2. Sasaran latihan tersebut adalah untuk mempertahankan agar kemampuan tetap terjaga pada posisi level tertinggi. Kemampuan ini akan mendorong peningkatkan keamanan dan stabilitas kawasan yang yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masing-masing negara.  (MFS)

Download PDF