COVID-19 News

RAMADHAN DI TENGAH PANDEMI, MASYARAKAT INDONESIA DI AS KHUSYUK DAN ANTUSIAS PERINGATI NUZULUL QUR’AN

Washington, D.C., Selasa, 19 Mei 2020: Dalam suasana Ramadhan di tengah pandemi Covid-19, KBRI Washington, D.C. bekerjasama dengan IMAAM Center (Indonesian Muslim Association in America) serta masyarakat Indonesia di ibukota Amerika Serikat (AS) dan sekitarnya menyelenggarakan  Peringatan Nuzulul Qur’an secara online (18/5). Acara ini mengambil tema, “Menyiasati Pandemi untuk Membentuk Generasi Tangguh dan Masyarakat Qur’ani,” dengan menghadirkan pembicara dari tanah air, yakni Ustadz Ahmad Slamet Ibnu Syam, Pimpinan Yayasan Ibnu Syam Center dan anggota Dewan Syariah Darul Qur’an. 

Peringatan Nuzulul Qur’an ini mampu secara virtual mempertemukan ratusan masyarakat dan diaspora Indonesia di AS, yang dengan khusyuk dan antusias mengikuti acara dari tempat tinggal masing-masing, sembari mematuhi aturan untuk tinggal di rumah atau Stay Home Order yang diberlakukan otoritas setempat sejak pertengahan Maret lalu. 

“KBRI Washington, D.C. tetap menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Qur’an, walaupun secara online, sebagai ikhtiar untuk terus menjalin silaturrahmi, meningkatkan keimanan, sekaligus tetap produktif di tengah Stay Home Order. Hanya bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini kita tidak bertemu secara langsung sambil berbuka puasa bersama,” kata Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Washington DC / Wakil Duta Besar RI untuk AS, Iwan Freddy Hari Susanto. 

Iwan juga berpesan agar masyarakat dan diaspora Indonesia di AS selalu bersikap optimis dan memperkuat solidaritas, kepedulian, serta semangat gotong royong di tengah situasi yang sulit saat ini. “Turunnya Al-Qur’an merupakan babak baru dalam kehidupan umat manusia. Al-Qur’an mengajarkan kepada kita bahwa di tengah kesulitan, pasti ada kemudahan. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa semua ujian dari Allah SWT pasti satu paket dengan solusinya,” lanjut Iwan. 

Disiarkan secara live streaming melalui laman Facebook KBRI Washington, D.C., acara yang dipandu oleh Nani Afdal, Direktur Humas IMAAM Center sekaligus pegiat seni budaya Minang di AS ini diawali dengan lantunan merdu ayat suci Al-Qur’an oleh Miftahul Qorib, dosen statistik di salah satu universitas di Washington DC.

Selanjutnya, ditampilkan pembacaan puisi religi berjudul “Musim Semi I” dan “Musim Semi II” oleh salah satu sesepuh masyarakat Indonesia di Washington DC, Abdul Nur Adnan (82 tahun). Setelah sambutan KUAI/Wakil Dubes RI, acara dilanjutkan dengan ceramah agama dan tanya jawab, serta diakhiri dengan doa penutup. 

Dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad Slamet Ibnu Syam antara lain mengajak umat dan pemirsa untuk rajin membaca dan mendalami Al Qur’an sebagai tuntunan hidup, termasuk dalam melaksanakan pekerjaan, menjalankan bisnis, meniti karir, maupun mendidik anak. 

“Dengan selalu mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, maka Allah SWT akan senantiasa memberi berbagai kemudahan dalam hidup dan menjauhkan seseorang dari keputusasaan di situasi apapun, termasuk menghadapi pandemi Covid-19,” pesan Ustadz Slamet, alumnus Damascus University, Suriah, Hafidz Al-Qur’an, dan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz (hafalan Al-Qur’an) di Tangerang, Banten ini.

Sepanjang acara yang berlangsung 1,5 jam hingga menjelang buka puasa ini, antusiasme warga Indonesia tampak dari berbagai pertanyaan melalui chat Facebook, di antaranya bagaimana orangtua mendidik anak-anak dan generasi muda agar tetap berperilaku seperti dalam Al-Qur’an, sejarah turunnya Al Qur’an, dan sebagainya. 

Peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar online di tengah berbagai keterbatasan karena pandemi Covid-19 ini mendapat kesan positif dari masyarakat Indonesia. “Acaranya bagus, pembicaranya bagus, link online-nya juga bagus nggak terputus-putus. Senang bisa mendapat penyegaran rohani seperti ini,” kesan May dari Virginia. 

“Acaranya bisa menambah optimisme kami di tengah berbagai pembatasan karena penerapan Stay At Home Order,” ucap Setiyo, dari Washington, D.C., dimana Stay Home Order diperpanjang hingga 8 Juni 2020.

Selain diikuti oleh warga yang berdomisili di ibukota AS dan sekitarnya, acara ini juga menjangkau umat di negara bagian lain di AS yang berlokasi cukup jauh, seperti New York, Pennsylvania, Florida, Michigan, hingga California, serta dari Jawa Barat di Indonesia. Hingga rilis ini diturunkan, tayangan Nuzulul Qur’an telah dilihat oleh lebih dari 2000 orang.

Peringatan Nuzulul Qur’an selengkapnya dapat dilihat di laman media sosial KBRI Washington DC melalui tautan: 
https://www.facebook.com/167156993310252/videos/646792639498730

 

-0-